When my life is not personal

simply complicated me

  • 31st May
    2012
  • 31

What can song does?

A song can affect directly to my mood. A happy-fast-bit song can create a happy feeling inside my body. Then the next song with sad lyric and slow bit can turn me down. I love music because they represent to what I feel inside.

  • 15th May
    2012
  • 15

“Ayah Ibu, ku bersimpuh padamu…

Ku persembahkan sarjanaku, bukti baktiku padamu..

Ku persembahkan ijazahku, tanda trima kasihku..

Hanya dengan kasih sayangmu, hanya dengan keringatmu.

Hanya dengan doa-doamu, tercapai citaku.

Tuhan, limpahkan rahmat-Mu untuk Ayah dan Ibu…

Tuhan, limpahkan rahmat-Mu untuk Ayah dan Ibu…”

“Persembahan untuk Ayah Ibu” yang diciptakan oleh Bapak Ganjar Kurnia (Rektor Unpad)
  • 15th May
    2012
  • 15

Wisuda

Lalala yeyeye!” Twit pertamaku hari itu, tepatnya tanggal 9 Mei 2012, yang tak lain tak bukan adalah hari wisudaku. Yup, WISUDA! Hari yang sudah aku nanti-nantikan sejak 4 tahun 9 bulan yang lalu. Jadi, tidak heran kalau aku sangat bersemangat dan mengeluarkan yel-yel dari salah satu acara musik RCTI itu.

Cerita hari itu dimulai dengan bangun pagi, lalu mandi, dan ke salon. Aku didandani dengan sentuhan warna merah di kelopak mata dan polesan warna oranye dibibirku. Cukup cantik, pikirku. Lalu aku dan keluarga pergi ke Papyrus Photo Studio yang berlokasi di Mall Ciwalk. Kemudian, dengan melewatkan makan siang, kami bersegera ke Kampus Unpad Dipatiukur untuk mengikuti acara wisudaku.

Di dalam gedung, lampu yang cukup temaram membuatku sedikit mengantuk. Barisan fakultasku berada di paling kanan, yang artinya paling terakhir untuk bersalaman dengan Pak Dekan dan Pak Rektor. Namun, lagu-lagu yang dibawakan PSM Unpad cukup menghibur. Kemudian sampailah pada giliranku. “Wiwiek Rukmi Dwi Astuti,” ucap si protokol acara. Maka dengan langkah yakin dan bahagia, aku menerima “ijazah” dan jabat tangan dari Pak Dekan, dan selanjutnya jabat tangan dari Pak Rektor. Lega, senang, bangga, dan segala urat bahagiaku berkecamuk. Ini adalah pencapaianku. Hal yang telah lama aku inginkan dan akhirnya aku mampu mencapainya. Air mataku tak terbendung ketika PSM Unpad membawakan lagu yang berlirik, “Ayah Ibu, kupersembahkan ijazahku, tanda terima kasihku, hanya dengan kasih sayangmu…” Aku sangat bersyukur. Kelulusanku ini merupakan kebahagiaan bersama. Milik Papa, Mama, Mbak, Dhimas, dan aku. Kami bahagia.

Selesai acara, aku segera keluar gedung Grha Sanusi, karena tau orang-orang yang menyayangiku telah menungguku di luar gedung. Dan benar, ada Mbak, Dhimas, Ari, Mas Fuad. Ada Zakey, gelembungku. Ada amai-amai, Dede dan Uwie. Ada teman-teman terbaik Nia, Riva, Tika, Wiwing, Putra. Teman-teman seperjuangan di Ajou, Caca, Upay, Mumus, Didi, Gede. Ada Bg Feri, Da Deri, Chopa, Thio, Dina. Teman SMAku Disti dan Stisya. Dan banyak teman-teman HI 2007 yang datang memeriahkan hari itu. Aku sungguh bahagia. Ikatan bunga yang lebih dari satu segera memenuhi tanganku. Senyum di wajahku dan ungkapan terima kasih yang tak kunjung berhenti kusampaikan pada mereka semua.

Aku, toga, dan bunga.

Keluargaku.

  • 1st May
    2012
  • 01
  • 1st May
    2012
  • 01

My 1st job (?)

I got a job! Kemaren (30/4) gw resmi diterima di PT. Global Art*a Futures (GAF) yang berlokasi di Jl. Sukajadi, Bandung. Jabatan gw adalah sebagai Finacial Consultant. Sounds cool, huh? Tapi, hari ini (1/5), gw memutuskan resign dari perusahaan ini. Let me tell you why.

GAF merupakan perusahaan yang bergerak di bidang futures trading alias bursa berjangka. Jujur, gw juga baru dengar tentang bidang ini. Awalnya, gw apply untuk posisi Public Relations lewat job fair yang diadain di salah satu universitas di Bandung. Lalu gw ditelpon untuk diwawancara (20/4). Setelah wawancara, gw ditelpon lagi untuk mengikuti presentasi mengenai company profile (24/4). Tanggal 25-26, gw mengikuti presentasi dari beberapa orang bussiness manajer dari GAF. Gw memperoleh informasi tentang produk yang mereka perjualbelikan: emas, forex, dan stock index futures. Jadi, yang mejadi tugas gw adalah menemukan orang-orang yang mau bergabung dalam bisnis ini dengan menginvestasikan uang mereka minimal sejumlah Rp. 100.000.000,00. Yup, seratus juta! Menurut materi presentasi tersebut, gw bisa mendapatkan investor dari 3 lingkaran lingkungan gw, yaitu keluarga dan teman, teman dari teman, dan orang asing.

Pada awalnya, gw merasa tertantang dalam hal mencari investor ini. Karena dari investor lah nanti gw akan mendapatkan komisi yang cukup besar. Mengapa gw butuh komisi? Karena gaji yang ditawarkan dari perusahaan ini termasuk rendah. Apalagi untuk seseorang dengan gelar Sarjana, terlalu rendah. Setelah tanya sana-sini, gw pun memutuskan untuk mengambil pekerjaan ini dengan target akan memprospek anggota keluarga gw sebagai calon investor.

Nah, kembali ke alasan mengapa gw mundur dari pekerjaan ini. Dari dalam lubuk hati gw, gw sebenarnya tidak terlalu yakin akan pekerjaan ini. Ketika gw akan memperdagangkan sesuatu yang kasat mata, yang menurut Rasulullah tidak halal, dan mungkin akan menyebabkan kerugian bagi investor gw kelak. Jika nanti anggota keluarga gw mau berinvestasi, secara moral gw harus bertanggung jawab akan perputaran uang mereka. Thal will be hard, I think. Selain itu, lokasi kantor gw yang jauh, dimana memakan waktu sekitar 2,5 jam dari Jatinangor. Untuk bolak-balik dari Jatinangor-kantor setiap hari, rasanya terlalu melelahkan. Ditambah dengan jam kerja gw dimulai dari pukul 9 sampai pukul 5 sore. Dan kembali ke gaji pokok yang ditawarkan, itu terlalu rendah. Gw pikir, lebih baik mundur sekarang dari pada menyesal kelak.Maka dari itu, hari ini, sesampainya gw di kantor, gw pun segera bicara dengan manajer gw dan menyampaikan pengunduran diri gw.

Do I feel like a loser? No, I dont. I feel relief that I’ve decided not to continue to work there because I was not 100% sure about the job. So, now I’m free, again. No job, but no worries (yet). ^_^

Damri Elang-Jatinangor, 1 Mei 2012, 13.28 WIB.

  • 26th April
    2012
  • 26
By enjoying the fairy tales, we should have learn about virtue, prudence, and courage.
via Newsweek
  • 26th April
    2012
  • 26
In alphabetical order, there is C between B and D. In human life, B means Birth, D means Death, and C means Choice, Challenge, Change.
via Gelembung
  • 22nd April
    2012
  • 22
  • 22nd April
    2012
  • 22
Dari Ummu Kultsum RA ia berkata:”Saya tidak pernah mendengar Rasulullah SAW memberi kelonggaran berdusta kecuali dalam tiga hal: [1] Orang yang berbicara dengan maksud hendak mendamaikan, [2] orang yang berbicara bohong dalam peperangan dan [3] suami yang berbicara dengan istrinya serta istri yang berbicara dengan suaminya (mengharapkan kebaikan dan keselamatan atau keharmonisan rumah tangga)”. (HR. Muslim)
“Bohong yang diperbolehkan”, ujarnya.
  • 19th April
    2012
  • 19